Jumat, 08 Maret 2013

Mantan Ratu Kecantikan Akui Buat Video Porno Tanpa Ada Paksaan




 Mantan Miss Delaware Teen USA Melissa, Melissa King (18), ikut ambil bagian dalam pembuatan video porno tanpa ada paksaan apapun. Demikian dilansir NY Daily News, Selasa (5/3/2013). Video porno remaja ini berdurasi lima menit ini muncul pada pekan lalu.
Dalam video porno yang dirilis situs Girls Do Porn, King yang mengenakan pakaian lengkap, dan dinobatkan sebagai Miss Delaware Teen USA pada November tahun lalu mengatakan dirinya siap lahir dan batin ketika membintangi video porno dan dibayar 1.500 dollar AS atau sekitar Rp 14,5 juta (kurs Rp 9.600 per dollar AS).
"Saya, Melissa King, melakukan adegan ini tanpa paksaan dari siapapun," demikian kata remaja berusia 18 tahun berambut brunette di depam kamera di dalam kamar hotel yang sama persis dalam video porno yang beredar.
Setelah video itu beredar pada pekan lalu, King menolak tudingan jika dirinya yang membintangi film itu namun hari berikutnya ia menyerahkan mahkota ratu kecantikan ke runner-up Hailey Lawler. Hal buruk lainnya yang menimpa King, dirinya dijadikan buronan setelah tidak hadir di pengadilan dalam kasus pencurian uang di bus Ocen City, Juni pekan lalu. Dua bulan kemudian, ia ditangkap karena memiliki alkohol secara ilegal. Demikian ditulis The News Journal of Delaware.

Tentara Sulu Dikabarkan Punya Ilmu Menghilang




 Di balik konflik bersenjata antara aparat keamanan Malaysia dengan sipil bersenjata Kesultanan Sulu di Kampung Tanduo, Lahad Datu, Sabah, Malaysia, ada mitos yang berkembang di kalangan masyarakat setempat.
Muhammad, seorang warga Sabah mengatakan, sipil asal Filipina Selatan sulit ditumpas, karena mereka punya kekuatan mistik untuk menghilang, guna menghindari gempuran aparat yang menggunakan persenjataan berat.
"Mereka bisa menghilang. Macam waktu penyerangan itu hari, di sana ada ratusan orang. Tapi waktu dibom, yang mati cuma sembilan orang," ujarnya, Kamis (7/3/2013).
Kepala Perwakilan RI-Tawau Konsul Tawau Muhammad Soleh menuturkan, Lahad Datu memang sudah lama menjadi tempat kedatangan warga etnis Sulu dari Filipina.
"Kemudian ada segerombolan orang yang datang. Di media disebutkan 180 orang, yang menamakan diri tentara Kesultanan Sulu. 30 di antaranya menggunakan pakaian seperti militer dan membawa senjata," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Konsulat Republik Indonesia, Bangunan Liew Yun Fah, Batu 2,5 Sin Onn, Tawau, Sabah, Malaysia, Kamis (7/3/2013).
Melihat ada puluhan sipil bersenjata, lanjutnya, warga lalu melaporkan ke polisi setempat. Polisi lalu melakukan negosiasi.
"Lahad Datu memang tempat beristirahat dan tempat bertandangnya orang Sulu," jelas Soleh. (*)

Pendeta Kupang Memotret Mahluk Aneh Mirip Alien




Deni Kanadjo, pendeta dari Gereja Advent Hari Ketujuh, Kupang, NTT, mengabadikan makhluk asing seperti alien dengan telepon genggamnya di Kampung Solor, Kupang, Jumat (8/3/2013).
Makhluk aneh itu tak terlihat dengan mata telanjang, namun terlihat saat difoto. Informasi keberadaan alien, membuat warga di Kampung Solor geger.
Deni Kanadjo yang ditemui pada Jumat petang menceritakan, penemuan aneh ini terjadi saat ia pulang kerja dari kantor Gereja Advent Hari Ketujuh.
Ia lalu menuju rumah dinasnya di Jalan Sunan Giri di Kelurahan Solor. Deni ingin melihat hasil kerja para tukang yang sedang merenovasi rumah dinas. Setibanya di sana, Deni duduk santai dan makan kue bersama para tukang yang baru selesai kerja. Ketika itu, Deni bermaksud mengambil foto rumah menggunakan telepon genggamnya.
Deni ingin memotret rumah itu untuk menjadi bahan laporan, bahwa renovasi telah selesai dilakukan. Namun, Deni sangat terkejut ketika hendak melihat hasil jepretannya.
"Ada sosok makhluk aneh yang bentuknya seperti alien di film-film ikut terekam," urai Deni.
Deni mengaku terkejut, namun tidak menceritakan hal itu kepada tukangnya, karena belum yakin dengan keberadaan makhluk aneh dalam fotonya. Namun, ketika ia mencoba membesarkan foto, ternyata makhluk itu ada, dan bentuknya seperti alien.
Itulah yang membuat Deni langsung menceritakan peristiwa itu kepada tukangnya. Untuk lebih memastikan, Deni menunjukkan foto tersebut kepada salah satu warga, yang saat itu tepat berada di depan rumah dinasnya.
Warga itu terkejut ketika melihat foto yang ditunjukkan Deni. Deni yang ingin memastikannya, mencoba mengambil foto dengan posisi berbeda.
Hasilnya, makhluk aneh tersebut terekam dalam fotonya. Makhluk tersebut, kata Deni, bentuknya kecil, memiliki tangan yang panjang untuk menopang tubuhnya. Matanya besar dengan kaki lebih pendek dari tangannya, dan warna kulitnya hijau.
Penemuan itu membuat heboh. Warga berdatangan untuk melihat makhluk itu, bahkan ada yang berusaha mencarinya di sudut-sudut rumah. Namun, hanya seorang bocah, Cita (5), yang bisa melihatnya secara langsung.
Cita bahkan meminta Deni memotret sudut rumah yang terlihat kosong. Hasilnya, dalam foto terekam makluk aneh itu di sudut rumah. Namun, ketika hendak difoto lagi, makluk tersebut sudah hilang.
"Anak saya punya kelebihan dalam melihat hal-hal gaib. Ia sudah dari lahir melihat hal-hal aneh yang tidak pernah dilihat manusia nomal," ucap Fauzan Ramli, ayah Cita.
Hingga pukul 18.00 WITA, rumah dinas Deni masih dipadati warga. Berbagai pendapat warga tentang keberadaan makluk aneh, mengemuka. Ada yang mengatakan bukan alien, melainkan tuyul. Ada juga yang tidak percaya. (*)

SUMBER

Kakek Ini Tega Cabuli 2 Cucunya

Tidak tahan menduda, seorang kakek berinisial S (63) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, tega mencabuli dua cucunya Ev (11) dan Es (14). Perbuatannya dilakukan pada Februari 2013 lalu, namun baru terungkap sekarang ini.

Kepala Kepolisian Resor Tana Toraja, AKBP Yudi Sinlaloe mengatakan, terungkapnya kasus asusila ini setelah kedua korban bercerita ke tantenya bahwa mereka telah dicabuli kakeknya sendiri. Sang tante lalu menemani korban melaporkan perbuatan bejat sang kakek ke polisi setempat. Sebelumnya, kedua korban sempat diancam akan dibunuh apabila menceritakan kejadian ini ke orang lain.

Setelah menerima laporan dari kedua korban, polisi langsung menangkap pelaku di rumahnya, Desa Betteng Ambeso, Kecamatan Gandasil.

Di hadapan polisi sang kakek yang telah menduda selama 4 tahun, mengakui perbuatan bejatnya itu. Dia mengaku tega mencabuli kedua cucunya karena sudah tak tahan menahan birahi setelah bercerai dengan isterinya.

"Berdasarkan Pengakuan korban, kejadian itu terjadi saat rumah sedang sepi. Pelaku sudah ditahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkap AKBP Yudi Sinlaloe kepada Kompas.com, Jumat (8/3/2013). Yudi menegaskan, pelaku akan dijerat Pasal 81 UU No 23 tahun 2002 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Hercules Bikin Penyok Mobil Patroli




Hercules Rosario Marshal sempat memukul mobil petugas patroli Polsek Tamansari, Jakarta Barat. Dia terlihat tidak senang saat petugas kepolisian melaksanakan apel upacara di pertokoan Tjakra Multi Strategi, Jakarta Barat.

"Tadi memang sempat memukul mobil patroli sampai penyok," kata AKP Khoiri, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Jumat (8/3/2013).

Sementara menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi, penangkapan Hercules Cs karena mereka dianggap tidak mematuhi hukum. Mereka membawa senjata tajam dan mengintimidasi warga sekitar karena dikira melaporkan kelakuan anggota Hercules kepada polisi.

Selain itu, kata Hengki, Hercules juga ditangkap karena melakukan perlawanan kepada petugas. Dia juga melanggar undang-undang premanisme karena bertindak melawan petugas yang mencoba mengamankan anggota kelompoknya.

Mengenai apel upacara yang dilaksanakan hari ini di pertokoan tersebut, kata Hengki, memang rutin dilaksanakan di tempat-tempat yang sering terjadi aksi premanisme. Kebetulan apel minggu ini dilaksanakan di pertokoan Tjakra, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.  (*)

SUMBER

Mahfudz: Bentrok TNI-Polri Dilatari Kecemburuan Sosial




 - Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq melihat bentrokan antara TNI-Polri seperti yang terjadi di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kamis (6/3/2013) kemarin, terjadi sebagai akumulasi kesenjangan dan kecemburuan sosial antar mereka.
Karena itu, menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Pemerintah harus segera memperbaiki Kesejahteraan Prajurit TNI.
"Pemerintah harus segera ambil kebijakan terobosan untuk perbaiki kesejahteraan prajurit TNI," tegas dia, kepada Tribunnews.com, Jakarta, Jumat (8/3/2013).
Kenapa? Alasannya, berbagai bentrok yang melibatkan oknum prajurit TNI dengan oknum aparat polisi juga dilatari oleh akumulasi kesenjangan dan kecemburuan sosial antar mereka.
Lanjutnya, sejak era reformasi yang ditandai pemisahan institusi Polri dan TNI dari ABRI, perhatian negara lebih besar terhadap Polri ketimbang TNI.
"Ini tercermin dari minimnya anggaran bagi TNI sehingga misalnya alutsista TNI sudah usang dan tidak memadai lagi. Begitupun dari sisi sarana-prasarana semisal kendaraan dan perumahan dinas yang sangat minim dan lamban proses peremajaannya," ujarnya.
Selain itu, aspek kesejahteraan lain yang memprihatinkan adalah penghasilan prajurit dari gaji dan tunjangan yang pas-pasan. Sementara salah satu tuntutan reformasi adalah TNI harus melepas semua bisnisnya.
Pada sisi berbeda, kata dia, Polri justru dipersepsi sebaliknya. Sarana-prasarana serta penghasilannya  jauh lebih baik.
"Kita bisa dengan mudah membandingkannya di lapangan. Kondisi ini yang salah satunya secara akumulatif membentuk persepsi kesenjangan dan kecemburuan antara TNI dan Polri."
Untuk itu, dia tegaskan, komisi I DPR RI pernah mengusulkan kepada Kemterian Pertahanan dan Mabes TNI untuk susun renstra pemenuhan kesejahteraan TNI meliputi sarana-prasarana, fasilitas dan standar penghasilan prajurit.
"Tapi ini baru akan selesaikan satu dari sekian variabel yang latari kasus-kasus bentrok antara oknum prajurit TNI dengan oknum aparat polisi. Masih ada pe-er lainnya," jelasnya.

SUMBER

BENTROK TNI POLRI CORENG MUKA SENDIRI




JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyesalkan penyerangan ke Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Anggota Kompolnas, Edi Hasibuan menilai aksi anarkis itu sama saja mencoreng muka TNI dan Polri.

"Kami meminta kepada Panglima TNI agar menindak anggota TNI yang terlibat supaya mereka diproses secara hukum. Itu tindakan yang tidak terpuji dan merusak citra TNI dan Polri," kata dia kepada Okezone, Kamis (7/3/2013).

Menurutnya, Kompolnas juga akan meminta penjelasan dari Kapolri, bagaimana penyerangan ke Mapolres OKU bisa terjadi. Dia juga mempertanyakan, kenapa penyerangan ini tidak bisa dicegah. "Apakah ini ada pembiaran yang dilakukan kapolres dan kapolda?," ujarnya.

Edi mengaku mendengar jika penyerangan bermula karena ada oknum anggota TNI yang terlibat kecelakaan lalu lintas yang berakhir dengan penembakan. Berhembus juga kabar jika oknum anggota TNI-Polri terlibat saling ejek.

Tapi, menurutnya, kabar itu belum bisa dipastikan sampai ada jawaban dari Kapolri langsung. "Kami minta jika ada indikasi kelalaian dalam menanangai kasus supaya dievaluasi kinerja jajarannya," ungkapnya.

Edi berharap kasus seperti ini tidak terulang. Karena, kata dia, masyarakatlah yang dirugikan atas adanya bentrok antara TNI dan Polri. Untuk itu, Panglima TNI dan Kapolri harus bisa meredam amarah anggotanya masing-masing. "Ini mencoreng TNI dan Polri," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan personel TNI Armed 15/76 Tarik Martapura menyerang Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. 70 sepeda motor dan sembilan mobil yang parkir di areal Mapolres OKU rusak berat dan sebagian lainnya terbakar.

SUMBER