Senin, 11 Maret 2013

biografi hercules sang preman



Nama Hercules Rozario Marshal kembali disorot setelah polisi berani menangkap Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) itu. Bahkan, polisi menetapkan Hercules sebagai tersangka dan ditahan. Polisi menjerat Hercules dengan tuduhan kekerasan, intimidasi pada petugas, pengrusakan dan kepemilikan senjata.

"Hercules dikenakan pasal 160 KUHP tentang penghasutan, lawan petugas pasal 214 KUHP, UU Darurat 12 tahun 1951 dan juga pemerasan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (9/3) lalu.

Sepak terjang Hercules sudah dikenal lama. Ia dulu begitu tersohor di Tanah Abang. Bersama-sama dengan teman-temannya, Hercules berhasil membangun kekuasannya menguasai Tanah Abang. Dari kelompok kecil, menjadi besar yang disegani.

"Saya merebut daerah hitam dan di situ pertarungan sengit. Hampir tiap malam ada orang mati," kata Hercules kala itu.

Hercules pertama kali menginjakkan kakinya di Jakarta sekitar tahun 1987. Pertama kali, Hercules tinggal di Hankam Seroja. Di tempat itu menampung dan memberdayakan penyandang cacat seperti dirinya. Hercules mengalami cacat dalam Operasi Seroja di Timor-timur.

Mulai dari sana, kemudian Hercules dikabarkan kerap kali bermain ke Tanah Abang. Menurutnya, di daerah itu kerap kali terjadi aksi premanisme dan pembunuhan.

Tidak hanya di Tanah Abang, pada pertengahan tahun 2012, kelompok Hercules pernah bentrok dengan kelompok Kei di sebuah lahan kosong di samping Kompleks Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat. Bentrokan terjadi karena perebutan lahan kosong milik PT Sabar Ganda.

Bentrokan pecah setelah ada pengambilan penguasaan tanah Sabar Ganda yang dijaga kelompok Hercules oleh kelompok Kei. Bentrokan waktu itu terjadi pada siang hari, sekitar pukul 11.30 WIB.

Awalnya, 10 orang kelompok Hercules sedang jaga. Namun tiba-tiba 100 orang kelompok Kei datang dan menyuruh kelompok Hercules pergi. Akibatnya, bentrokan terjadi.

Dan terakhir yang terjadi baru-baru ini adalah kasus di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hercules dan 50 anak buahnya ditangkap polisi karena diduga terlibat pemerasan di pertokoan di wilayah Jakarta Barat. 

Polisi berani menangkap kelompok Hercules karena telah melakukan pemerasan. Kelompok Hercules itu awalnya memecah kaca toko Tjakra Multi Strategi di Jalan Kebun Jeruk Indah. Polisi dari Polres Metro Jakarta Barat yang melihat kejadian itu langsung memburu pelaku dan menangkapnya. 

Setelah sempat melakukan perlawanan, polisi akhirnya tetap menangkap Hercules bersama 50 anak buahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar